Industri Media Luar Negeri Sebut Menkominfo Budi Arie sebagai Menteri Giveaway, Didesak Mundur Pasca PDNS Diretas
Jakarta – Menteri Komunikasi dan juga Informatika Nusantara atau Menkominfo Budi Arie Setiadi menghadapi seruan untuk mengundurkan diri menyusul serangan ransomware terhadap pusat data nasional sementara. Sengkarut itu menuai sorotan dalam beberapa media luar, satu di antaranya media jika Singapura, Channel News Asia (CNA) yang dimaksud menyampaikan Budi Arie sebagai menteri giveaway yang didesak mundur dari jabatannya oleh publik.
Sebelumnya, diambil dari Channel News Asia, serangan ini memengaruhi 239 lembaga pada Indonesia, diantaranya 30 kementerian kemudian lembaga pemerintah. Karenanya, pada Rabu, 26 Juni 2024 organisasi rakyat sipil yang digunakan berbasis ke Bali, Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) menyebabkan petisi lewat Change.org yang mendesak Budi mengundurkan diri. Hingga awal Juli 2024, petisi itu telah terjadi ditandatangani lebih banyak dari 18.000 pendatang pada kurun waktu seminggu sejak dibuat.
Menyoroti kabar tersebut, Channel News Asia menyebut Menkominfo Budi Arie sebagai menteri giveaway, CNA juga mengutip pernyataan Direktur Eksekutif SAFEnet, Nenden Sekar Arum yang digunakan menduga Budi berubah jadi menteri lantaran menyokong Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada waktu pemilihan raya 2014 serta 2019. “Jangan sampai ada ‘giveaway‘ seperti ini terus (Jabatan) ini tempat yang tersebut sangat strategis akibat kita tidak ada dapat dipisahkan dari planet digital,” kata Nenden.
Seperti diketahui Budi Arie sebelumnya merupakan Ketua Relawan Projo, kemudian ia diangkat Jokowi kemudian menggantikan Johnny G Plate yang tersebut tersangkut permasalahan korupsi menara BTS 4G.
Serangan ransomware ini mengakibatkan hilangnya data, gangguan mental terhadap akses data publik, kemudian melambatnya layanan online dari institusi yang digunakan terdampak. Selain itu, peretasan ini juga mengganggu layanan imigrasi termasuk yang digunakan berkaitan dengan visa, izin tinggal dan juga pengajuan paspor online. Pada 21 Juni, muncul antrian panjang di dalam Bandara Soekarno-Hatta Ibukota Indonesia akibat pemeriksaan paspor harus dijalankan secara manual setelahnya sistem otomatis mati.
Silmy Karim, Direktur Jenderal Imigrasi Indonesia, mengemukakan hari terakhir pekan tak lama kemudian bahwa sistemnya telah dilakukan pulih sepenuhnya. Namun, tak semua data berhasil dipulihkan untuk beberapa lembaga imigrasi, katanya.
Lebih lanjut, Hinsa Siburian, Ketua Badan Ketenteraman Siber Tanah Air (BSSN), memaparkan 98 persen data yang digunakan disimpan di pusat data yang mana disusupi belum dicadangkan.“Secara umum kami mengawasi permasalahan utama adalah tata kelola kemudian tidak ada ada solusi lain,” katanya pada sidang parlemen pada 27 Juni, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin, 1 Juli 2024.
Di sisi lain, beberapa anggota parlemen membantah pernyataan tersebut. “Jika tidaklah ada bantuan, itu tidak berarti kurangnya tata kelola,” kata Meutya Hafid, ketua komisi yang digunakan mengawasi insiden tersebut. “Itu kebodohan,” kata dia, pada Senin, 1 Juli 2024.
Juru bicara Badan Siber juga Sandi Negara (BSSN) Ariandi Putra mengungkapkan sengkarut di dalam PDNS ini disebabkan oleh serangan ransomware LockBit 3.02 yang pernah melakukan serangan siber ransomware ke Bank Syariah Negara Indonesia (BSI).
LockBit dikenal sebagai kelompok peretas yang tersebut berpartisipasi serta berbahaya. Komunitas ini diduga beroperasi dalam Eropa Timur. Sejumlah perusahaan besar ke beberapa negara sempat menjadi individu yang terjebak ransomware mereka, seperti perusahaan pertahanan besar Prancis, Thales Group.
Pusat data nasional yang dimaksud terkena dampak menyimpan informasi penting termasuk data kependudukan seperti nama, alamat, nomor identitas diri, dan juga data keluarga. Ini adalah juga menyimpan informasi spesifik sektor, seperti acara kebugaran nasional juga kurikulum pendidikan.
NI KADEK TRISNA CINTYA DEWI I YUDONO YANUAR
Artikel ini disadur dari Media Asing Sebut Menkominfo Budi Arie sebagai Menteri Giveaway, Didesak Mundur Pasca PDNS Diretas


