Balai Karantina Sulut perketat pemeriksaan DOC cegah penularan Kecerdasan Buatan

Manado – Balai Karantina Makhluk Hidup Ikan dan juga Tumbuhan Sulawesi Utara (Sulut) memperketat pemeriksaan anak ayam Day Old Chicken(DOC) untuk menghindari risiko penularan flu burung atau avian influenza (AI).
"Semua DOC yang dibawa masuk ke Sulut mendapat pemeriksaan dokumen juga fisik untuk menegaskan anak ayam yang dimaksud pada keadaan sehat walafiat sebagai upaya mengurangi resiko penularan flu burung atau avian influenza (AI)," kata Kepala Balai Karantina Fauna Ikan serta Tumbuhan Sulut I Wayan Kertanegara, pada Manado, Sabtu.
Karantina melakukan tindakan pemeriksaan terhadap anak-anak ayam yang masuk ke Provinsi Sulut melalui Satuan Pelayanan (Satpel) Bandara Sam Ratulangi Manado untuk mengecek kesesuaian jumlah total kemudian jenis komoditas yang mana dibawa beserta kelengkapan dokumen karantina dari tempat asal.
Berdasarkan data OSS IQFast, terdapat 1.024.186 ekor DOC yang masuk ke Daerah Perkotaan Manado juga telah lama diperiksa oleh personel karantina Satpel Bandara Sam Ratulangi sepanjang Januari-Juni 2024 lalu dinyatakan aman.
Dalam sebulan, terdapat beratus-ratus ribu DOC yang dinyatakan bebas hama juga penyakit hewan karantina (HPHK) dan juga memenuhi persyaratan sehingga aman masuk ke Daerah Perkotaan Manado.
Adapun DOC yang disebutkan berasal dari beberapa kota pada Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan juga Sulawesi Selatan.
Setelah dipastikan aman lalu memenuhi persyaratan, selanjutnya pelaku karantina akan memberikan sertifikat pelepasan karantina hewan (KH-14) pada pemilik barang sebagai jaminan komoditas terkait telah lama sehat walafiat kemudian diizinkan masuk Manado, Sulawesi Utara.
I Wayan Kertanegara menjelaskan bahwa setiap komoditas hewan, ikan serta tumbuhan yang mana masuk ataupun pergi dari dari Sulut harus melalui pemeriksaan karantina untuk dipastikan keadaan kesegaran serta keamanannya ketika dibawa
Artikel ini disadur dari Balai Karantina Sulut perketat pemeriksaan DOC cegah penularan AI




